05.24.08

Alumni Pecinta Alam

Posted in Alumni tagged at 3:05 am by alumniwamika

Klo mendengar kata alumni, terngiang ketika masih SMU dulu sewaktu masih berkecimpung didunia kepecinta alaman. Setiap latihan hari sabtu alumni selalu datang ke sekolah, agendanya berbagi pengalaman dengan adik-adiknya, memantau perkembangan organisasi dan tak kalah penting sebagai ajang untuk temu alumni setiap minggunya. Yang membuat tak habis berpikir adalah mereka-mereka(alumni) yang sudah hampir 10 tahun lulus dari SMU masih mau datang, masih mau menyempatkan datang sepulang kerja, serasa ada yang kurang klo gak mampir untuk menengok adik-adiknya di sekolah, merupakan agenda yang wajib bagi para perantau ataupun mahasiswa yang kuliah diluar kota. Dan bagi yang jomblo ajang kumpul alumni bisa juga untuk mencari jodoh, kemudian dilanjutkan ke jenjang pernikahan merupakan rangkaian kisah yang terus ada hingga saat ini.

Tidak berhenti sampai disitu saja. Dalam setiap kegiatan baik itu Pendidikan Dasar(DIKSAR), Pengenalan Alam, Praktik Lapangan, Climbing, Mountenering serta Even-even, alumni menjadi pasukan dalam garda terdepan.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, alumni bersama angggota pecinta alam yang lain berhasil membangun tower papan panjat dengan dana hasil keringat sendiri. Luar biasa sekali, tak mudah mengorganisasi
orang dan sumberdaya yang tersebar dalam beberapa kota.

Apa sebenarnya yang melatarbelakangi para alumni merasa rindu dengan organisasinya yang dulu?

  • Pendidikan Dasar
  • Mempunyai kesamaan hobi
  • Peduli dengan perkembangan
  • Sebagai wadah berkumpul

dan masih banyak lagi beberapa alasan yang melatarbelakangi para alumni untuk terus berbagi ilmu, semangat untuk membangun organisasinya dan yang terpenting adalah silaturahmi saling terjaga sampai kapanpun.

Sebenarnya bukan cuma organisasi kepecinta alaman saja yang bisa seperti itu, alumni organisasi lainnya pun bisa melakukan hal yang sama, kita bisa belajar dari mereka, asalkan semangat yang digelorakan adalah semangat untuk membangun, menurunkan sedikit ego, serta semangat bersilaturahmi.

6 Comments »

  1. cahpemalang said,

    Kalau Ngomong masalah Alumni kelihatannya kita sudah tua ya…
    padahal baru kemarin berada di AKAKOM n WAMIKA.. terasa cepat sekali waktu berlalu, Klo sebagai Alumni Jangnlah kita merasa paling dituakan diantara adik2 kita, siapa tahu diantara adik2mu itu punya Ilmu yang lebih dari kita, punya kemampuan atau kedudukan yang mulia disisi Allah, Karena itu terkadang klo kita menjadi Alumni dalam kita memandang adik2 kita dengan sebelah mata (meremehkan), orang baru masuk ya – Hormati kita dong!! macam2lah pikiran orang menjadi alumni (yang dituakan) itu,sebenernya orang akan hormat dan segan kepada kita karena Ilmunya, jangan pernah meminta orang lain hormat kepada kita itu malahan merendahkan kita, Semakin Berilmu seseorang, semakin tawadu’ seseorang, orang lain pasti akan segan n hormat kepada kita, Klo salah silahkan dikomentari…

  2. y.a.r said,

    kita??? “TUA”???, elo kali yang “TUA” genk..gw sich gak ngerasa tuch..biasa-biasa aja..emang sich kalo yg udah married lsg usia bertambah sekitar 5 sampe 6 tahun secara otomatis..wakakakakaka

    Sepakat dgn Sugeng, kami yang alumni, yang “muda-muda” (ga semuanya muda, hanya beberapa termasuk gw, xixixixi) ga semuanya mempunyai kemampuan sekelas Master Fath, Master e-1, atao Sugenk, yg masih pada kuliah…feel free to comment, kalo oke…kita hargai, kalo g oke ya kita perbaiki..insya Allah bermanfaat..Amien

  3. hyorinmaru said,

    Ehm..
    Sy msh muda koq :mrgreen:
    Bnr,serius; msh single a.k.a “boejang” (kn kt y.a.r jk udh nikah mk umur akn +5 tahunan lbh tua). Trs 1bln 1x msh k msjd kmps meski 2 ato 3 hr sj.
    Nah,bnr kn,msh muda.. :roll:
    @ y.a.r:
    Jgn “master” gt to manggilnya. Krg islami.. :mrgreen:

  4. AsyhadiOne said,

    @ fath
    Jgn ‘master’? Kalo gitu di panggil ’syekh’ aja gimana;)
    Xixixixi

  5. hyorinmaru said,

    @ AsyhadiOne:
    Syekh?
    Syaikhul Boejang Lapoek? :lol:

  6. coklat said,

    alumni??yach itu kan cuma karena kesempatan aja yang berbeda.para sesepuh spt mas fath,y.a.r,sugenk dll itu kan karena diberi kesempatan oleh ALlah lebih dulu bergabung dg. wamika. masalah ilmu dan pengalaman, relatif juga sich.Allah menciptakan manusia pada kadar yang sama, seperti pak thalib bilang(ciee,masih ingat donk omongan dosen, mangkanya klo kul itu yang lama k’ gw, we ke ke kee)”manusia itu diciptakan dnegan otak yang sama,dia menjadi pintar atau bodoh, karena lingkungan yang berbeda, orang yang hidup di hutan berbeda dgn orang yang hidup di kota.”nah gitu.
    klo umur mungkin sama-sama kelahiran 79, tapi diliat kesuksesan akan berbeda antara gw dgn ipho santosa(ada yg tahu ipho santoso?)ipho santoso di usia yg sama, beliau sudah mampu menjadi pembicara tingkat nasional yang pesertanya pimpinan2 BUMN dan pengusaha besar.nah klo gw, jceee..jauh.sama sih 79, tapi gw masih pontang panting cari istri (nggak naymbung). Kenapa bisa terjadi?salah satunya, karena faktor kesempatan, kedua, faktor tingkat syukur. syukur atas nikmat pikiran,tangan, tenaga digunakan untuk mengoptimalkan fungsi diri.kata orang,kita ini masih menggunakan 2 % dari kemampuan otak kita, einstien aja baru 5 % yg digunakan. nah bisa menjadi renungan semua, ada yg lebih muda tapi lebih expert, bisa menjadi cambukan untuk terus memotivasi diri.


Leave a Comment